Jumat, 04 September 2020

Kuhabiskan waktu bersamamu

 Ciletuh..i'm coming .....

Created by Aulia Maesa

                Pagi yang indah! Hari-hari melelahkan telah aku lalui selama semester ini. Berkutat dengan buku  dan soal-soal disetiap malamnya, bangun subuh untuk kembali belajar dan menghafal, pulang petang dan langsung mengerjakan tugas, seperti itulah rutinitasku. Tapi, seperti kata pepatah, “hasil tidak akan mengkhianati usaha.”  Aku mendapat juara satu di kelas. Itu membuatku senang dan bangga. Semua jerih payahku tak berakhir sia-sia.

                “Mama, liburan kali ini kita akan pergi kemana?” Tanyaku pada Mama yang sedang menyirami tanaman di halaman rumah.

                “Liburan kali ini keluarga besar kita akan pergi ke Pantai Geopark Ciletuh. Kita sudah sepakat untuk liburan sekaligus tadabur alam, jangan selalu liburan keluar kota, padahal di kota sendiripun belum tentu kita pernah mengunjunginya.” Jawab Mama panjang lebar. Tapi aku tidak puas dengan jawaban Mama. Aku tidak ingin pergi ke pantai selain panas dan membuat kulit gosong, aku ingin pergi keluar kota dan berbelanja.

                “Tapi ma, di pantai kan panas, nanti kulitku gosong. Lagian Sashi ingin pergi keluar kota dan berbelanja.” Rajukku kepada mama.

                “Kamu tahu, Pantai Geopark Ciletuh itu merupakan bla bla dan tempat wisata yang cocok untuk melepas penat  setelah selama satu semester terus belajar, ya, ke pantai,” aku mengerucutkan bibir hendak protes, tapi mama lebih dulu bebicara, “sudah tidak usah dipikirkan, nanti juga kamu akan menikmatinya. Lusa kita berangkat, lebih baik kau menyiapkan barang-barang yang akan dibawa nanti.” Ucap Mama sambil menghampiriku dan mengusap punggungku memberikan ketenangan sehingga niatku untuk protes menguap entah kemana.

                “Hm, baiklah.” Aku berjalan lunglai memasuki rumah lalu membereskan barang-barang seperti yang diinstruksikan oleh Mama. Aku tetap tidak ingin pergi ke pantai, namun semua anggota keluarga besar akan ikut, tidak mungkin hanya aku saja yang tidak ikut. Ah, aku benci pantai!

***

                Aku dan saudara-saudaraku sudah berkumpul di rumah nenek. Ini adalah hari dimana kami sekeluarga akan pergi berlibur ke pantai. Ya, ke pantai. Diantara anggota keluargakuyang lain, hanya aku saja yang kelihatan muram. Yang lain terlihat begitu antusias dan bahagia untuk pergi ke pantai. Memang apa serunya liburan di pantai. Lebih baik tiduran dirumah sambil nonton drama.

                “Sashi, sini bantu Mama membawa barang-barang ke bagasi.” Panggil Mamaku membuyarkan lamunanku.

                “Iya Ma.” Akupun menghampiri Mama dan membantunya membawa barang-barang.

                “Nanti setelah sholat dzuhur kita berangkat.”

                “Hmm.” Ucapku malas.

                “Kenapa kamu? Mau jadi Nissa Sabyan hm hm hm?” Canda mamaku yang tidak aku tanggapi. “Jangan muram gitu dong, ini kan liburan, harusnya kamu semangat, nikmati waktu libur kamu, bawa enjoy aja, oke?”

                “Iya.” Jawabku sekenanya lalu masuk ke dalam rumah selepas membantu mama.

***

                Matahari sudah menduduki singgasananya, suara adzan dzuhur terdengar menenangkan dari speaker masjid dekat rumah nenek. Kami semua menunaikan sholat dzuhur secara berjamaah dengan suami kakaknya mama sebagai imam.

                Selepas menunaikan sholat, tiga rombongan mobil berangkat menuju Geopark Ciletuh.

                Selama perjalanan aku hanya diam sambil memainkan handphone dan mengabaikan saudara-saudaraku yang sedang bercanda satu sama lain.

                Macet panjang dibawah terik matahari ini sungguh menyesakkan. Sudah bayak penjual yang berlalu lalang melewati mobil kami dengan menawari berbagai macam makanan dan minuman.

                Salah kami melewati jalan baru dihari libur seperti ini. Pasti banyak orang lain yang ingin melewati jalan baru menuju ke Geopark Ciletuh juga.

                Kami sampai ditempat tujuan bersamaan dengan adzan magrib. Rasa lelah menyerang tubuhku, rasanya sangat sulit untuk digerakkan.

                “Sashi bantu Mama angkat barang-barang kedalam.” Kami menginap di home stay bukan hotel berbintang, kalau kata nenek supaya kita bisa lebih menikmati kesederhanaan.

                “Iya ma.” Jawabku segera membantu mama membawa barang-barang. Setelah itu kami semua menunaikan ibadah sholat magrib berjamaah diruang tengah yang cukup luas. Selepas sholat kami bergantian menggunakan kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena sudah malam dan perjalanan yang melelahkan kami memutuskan untuk beristirahat saja malam ini, mengumpulkan energi untuk menikmati hari esok.

***

                Matahari masih malu-malu menampakkan dirinya dan kami sudah bersiap-siap untuk pergi kepantai menyaksikan sunrise sekaligus olahraga pagi. Jarak dari homestay ke pantai tidak terlalu jauh jadi kami tidak terlalu lelah berjalan.

                Sesampainya di pantai kami disambut pemandangan indah bak lukisan yang terpampang nyata. Cahaya lembut menerpa wajah kami, suara desiran ombak dipagi hari yang sangat menenangkan, dan udara dingin sekaligus hangat cahaya matahari begitu menyegarkan, membuat kami lupa tujuan kami untuk berolahraga dan malam berfoto-foto ria sembari bermain dengan ombak dipinggir pantai.

                Sungguh indah pemandangan di Geopark Ciletuh ini, benar kata Mama, tempat wisata ini pantas menjadi salah satu tempat bla bla. Aku yang tadinya enggan pergi ke pantai, jadi sangat bersemangat dan begitu menikmati waktuku sekarang. Aku bermain bersama saudara-saudaraku yang lain dan menaiki bananabout. Aku bahkan bermain di pantai selama 4 jam dari jam 6 pagi hingga jam 9. Itupun dipaksa pulang oleh Mama karena sudah terlalu lama bermain. Dengan berat hati aku dan saudara-saudaraku pulang menuju penginapan.

                Setelah membersihkan diri, aku dan saudara-saudaraku beristirahat dikamar masing-masing hingga saat adzan dzuhur berkumandang, kami sholat berjamaah lalu disuruh bersiap-siap untuk pergi krluar.

                “Mama, kita mau pergi kemana?” Tanyaku pada Mama setelah sholat.

                “Kamu tahu, di sekitar Ciletuh ini banyak curug yang mengelilinginya. Kita akan pergi kesana sekarang.” Jawab Mamaku.

                Aku hanya ber-oh ria lalu ersiap-siap untuk pergi.

***

                Curug pertama yang kami datangi yaitu Curug Cikanteh. Lalu Curug Sodong dan Curug Cimarinjung. Setelah itu kami peri ke Puncak Darma sebagai tempat terakhir yang kami kunjungi, dari ketinggian kami bisa melihat dengan jelas laut yang membentang dan curug-curug yang mengelilinginya. Sejuk udara sore beserta ramahnya orang-orang disini membuatku nyaman berada disini, kami meminum es kelapa yang segar sambil memandangi alam.

                Karena sudah sore, kami pul pulang ke penginapan. Walaupun kami tdiak bisa menapakkan kaki ke semua curug, tapi sungguh sangat menyenangkan bisa melihat secara langsung air terjun dan merasakkan sejknya angin yang ditimbulkan tubrukan air terjun dengan air yang dibawahnya.

                Pada malam hari, kami sekeluarga membakar ikan di depan penginapan. Menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang dan canda tawa. Tak terasa hari sudah semakin larut, makananpun sudah habis. Kami memutuskan untuk beristirahat setelah menjalani hari yang panjang.

***

                Ini adalah hari terakhirku di Ciletuh, aku masih ingin pergi mengelilingi curug yang tak sempat aku datangi. Pemikiranku salah tentang semua pantai sama saja. Ciletuh ini berbeda, unik. Pantas saja masuk dalam daftar Unesco.

                Setelah sarapan, aku membereskan barang-barangku dan menaruhnya di bagasi mobil. Baru pertama kali aku merasakan perasaan ini, bangga dan bahagia bisa tinggal di Kabupaten Sukabumi. Aku sekarang sadar ternyata tempat kelahiranku ini sungguh luar biasa. Aku saja yang tidak bersyukur dan memandang sebelah mata.

                Kedepannya aku akan lebih bersyukur dan  mengenali tempat kelahiranku yang sangat luar biasa ini. Dan lain kali, jika ada kesempatan aku ingin kembali berlibur di Ciletuh dan mengunjungi semua curug yang ada disana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar